BANK SOAL

Bank Soal berisi kumpulan soal berdasarkan topik mata kuliah, kumpulan evaluasi pembelajaran terdiri dari Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester.

MATERI

Berisikan kumpulan materi-materi dari disiplin ilmu Matematika, baik itu berupa informasi maupun materi perkuliahan.

GALLERY

Berisikan berbagai potret kegiatan Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA) yang dilaksana setiap periodenya pada tiap angkatan.

PUSTAKA

Berisikan judul-judul dan referensi buku yang ada di HIMATIKA.

EVENTS

Berisikan updaetan setiap proker yang akan diselenggarakan oleh HIMATIKA baik itu kegiatan eksternal maupun internal.

Tampilkan postingan dengan label Matematikawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matematikawan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Mei 2019

KAJIAN HIMATIKA - 7 Matematikawan Muslim yang Luar Biasa



Tahu kah kamu ? peradaban Islam tidak hanya melahirkan para ulama dan pakar di bidang keilmuan saja lho! Ada juga beberapa tokoh, sarjana dan pemikir Muslim yang punya kontribusi besar di bidang ilmu-ilmu pengetahuan eksak dan sosial. Tak tanggung-tanggung, mereka dengan tawaran teorinya, ternyata mampu menjadi sumber inspirasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa dan belahan dunia lainnya sampai hari ini.

Kali ini kita akan mengulas 7 matematikawan Muslim yang luar biasa. Yuk simak!

1. Al-Khawarizmi

Nama lengkapnya adalah Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi dan di barat ia lebih dikenal dengan nama Algoarisme atau Algorisme.

Dalam bukunya al-Khawarizmi memperkenalkan kepada dunia ilmu pengetahuan angka 0 (nol) yang dalam bahasa arab disebut sifr. Ya, dia adalah Muslim yang memperkenalkan teori algoritma, yaitu prosedur sistematis untuk memecahkan masalah matematis dalam langkah-langkah terbatas.

2. Al-Karaji

Dia diianggap sebagai ahli matematika terkemuka dan pandang sebagai orang pertama yang membebaskan aljabar dari operasi geometris yang merupakan produk aritmatika Yunani dan menggantinya dengan jenis operasi yang merupakan inti dari aljabar pada saat ini. Sejarawan matematika Franz Woepcke (dalam Extrait du Fakhri, traite d’Algèbre par abou Bekr Mohammed Ben Alhacan Alkarkhi, Paris, 1853), memuji Al-Karaji sebagai ahli matematika pertama di dunia yang memperkenalkan teori aljabar kalkulus.

3. Al-Batani

Al-Battani atau Muhammad Ibn Jabir Ibn Sinan Abu Abdullah dikenal sebagai bapak trigonometri. Ia lahir di Battan, Mesopotamia, dan meninggal di Damaskus pada tahun 929. Al-Battani adalah tokoh bangsa Arab dan gubernur Syria. Dia merupakan astronom Muslim terbesar dan ahli matematika ternama. Al-Battani melahirkan trigonometri untuk level lebih tinggi dan orang pertama yang menyusun tabel cotangen.

4. Al-Biruni

Al-Biruni adalah peletak dasar-dasar trigonometri modern. Dia seorang filsuf, ahli geografi, astronom, ahli fisika, dan pakar matematika. 600 tahun sebelum Galgeo, Al-Biruni telah membahas teori-teori perputaran (rotasi) bumi pada porosnya. Al-Biruni juga memperkenalkan pengukuran-pengujuran geodesi dan menentukan keliling bumi dengan cara yeng lebih akurat. Dengan bantuan matematika, dia dapat menentukan arah kiblat dari berbagai macam tempat di dunia.

5. Umar Khayyam

Selain dikenal sebagai seorang penyair, Umar Khayyam juga memiliki kontribusi besar dalam bidang matematika, terutama dalam bidang aljabar dan trigonometri. Sumbangsihnya pada dunia matematika modern sangat luar biasa. Ia merupakan matematikawan pertama yang menemukan metode umum penguraian akar-akar bilangan tingkat tinggi dalam aljabar, dan memperkenalkan solusi persamaan kubus.

6. Ibn Nashr

Penemu teori sinus itu bernama Abu Nasr Mansur Ibnu Ali Ibnu Iraq yang akrab disapa Ibnu Nashr Mansur. Beliau hidup tahun 960 M. Sampai 1036 M. . Sinus adalah perbandingan sisi segitiga yang ada didepan sudut dengan sisi miring.

7. Al-Kashi

Jamshid al-kashi lahir pada 1380 di kashan, sebuah padang pasir disebelah utara wilayah iran tengah. Pecahan desimal ini merupakan salah satu penemuan besarnya. Sistem bilangan desimal adalah sistem bilangang yang menggunakan 10 macam angka dari 0,1, sampai 9. Setelah angka 9, angka berikutnya adalah 1 0, 1 1, dan seterusnya. Sistem bilangan desimal yang ditemukan oleh Al-Kashi sering dikenal sebagai sistem bilangan berbasis 10, karena tiap angka desimal menggunakan basis (radix) 10.  



by : Rohis Himatika